Wednesday, February 25, 2009
Kupu-kupuku elektrik
kupu-kupuku elektrik mendaratlah tepat di pusara
diantara dua nisannya seperti gunung
kupu-kupuku elektrik rengkuh dia dengan dua katup sayap pelangimu
dan sentuh dengan getaran lembutmu
kupu-kupuku elektrik biarkan ia terbangun, tersadar, mengawali sapa
seperti janjiku sesaat ia-kan memberimu canda
dan semua kenikmatan dan kejelekan campur baur utuh kau rasakan.
kupu-kupuku elektrik inilah saatnya ketika kau harus bermetamorfosis menjadi aku
biarkan aku yang melanjutkannya.........
Monday, February 23, 2009
Kontroversi kehidupan Heidegger
Skandal yang paling besar justeru keterlibatannya dengan Nazi. Murid, teman karib bahkan gurunya yang kebanyakan Yahudi diberangus dari tanah Jerman oleh Nazi, ia malah menjadi pendukung setia Nazi dibawah Fuehrer Hitler. Kesetiaan dan dukungan penuhnya kepada fuehrer Hitler akhirnya mengukuhkan kedudukannya sebagai rektor pertama Nazi di Universitas Freiburg, tempatnya belajar-mengajar dan saling berbagi pemikiran kepada murid dan temannya yang saat itu terbirit lari ketakutan diusir cabaret sang Fuehrer Hitler dari tanah bangsa jerman. Disanalah ia mengumandangkan “Du bist nichts, dein Volk ist alles!” (engkau tak berarti apa-apa, bangsamu adalah segalanya) bersama sang Fuehrer Hitler. Lewat pidato perayaan pengukuhannya sebgai rektor ia memberikan legitimasi penuh sekaligus mempertajam pisau sang Fuehrer Hitler untuk berkuasa penuh dari tanah bangsanya. Hal ini sangat mengecewakan murid dan teman-temannya. Hal ini juga yang akhirnya membuat lebih parah keretakan hubungannya dengan sahabat sekaligus gurunya Husserl, diceritakan bahwa ketika Husserl sakit Heidegger tak pernah mengunjunginya, bahkan ketika Husserl meninggal ia tak hadir untuk hanya sekedar mengucapkan turut berduka cita.